Jasa Penerjemah Bahasa Jasa Penerjemah Tersumpah

Jasa Penerjemah Bahasa, Jasa Penerjemah Tersumpah

Jasa Penerjemah Bahasa atau Jasa Penerjemah Tersumpah Inggris Mandarin Jepang Korea Arab Jerman Belanda Spanyol Italia Vietnam Thailand. Dalam era globalisasi sekarang, kebutuhan Jasa Penerjemah sangat penting, ini sejalan dengan meningkatnya peran Indonesia dalam dunia Internasional di bidang ekonomi, perdagangan, politik, teknologi, ilmu pengetahuan dsb. Oleh karena itu, seluruh kegiatan, perjanjian jual beli di bidang ekonomi, kerjasama di bidang pendidikan, penelitian, kebudayaan, kesehatan, pertahanan dsb menggunakan dokumen tertulis dalam bahasa hukum.

Di Indonesia, tidak banyak pemilik sertifikat Jasa Penerjemah Tersumpah, baik di kalangan pakar linguistik, pengajar bahasa Inggris, dosen maupun praktisi hukum. Kebutuhan Jasa Penerjemah Bahasa Hukum di Indonesia, dewasa ini, pemakaian Jasa Penerjemah Bahasa Hukum di Indonesia semakin meningkat sejalan dengan semakin ramainya hubungan Indonesia dengan pihak luar negeri. Ketrampilan berbahasa bagi mahasiswa hukum sangat dituntut.

Jasa Penerjemah Tersumpah

Hal ini seperti yang dilakukan oleh Universitas Indonesia setiap tahunnya mengadakan ujian Jasa Penerjemah Bahasa Hukum untuk menerjemahkan teks hukum. Namun tingkat kelulusan sangat rendah, dikarenakan beberapa faktor. Antara lain, (1) penguasaan Jasa Penerjemah Bahasa Hukum sumber tidak memadai sehingga penerjemah tidak dapat menangkap isi teks sumber; (2) penguasaan Jasa Penerjemah Bahasa Hukum bahasa sasaran yang tidak memadai, sehingga pesan teks sumber tidak dapat diungkapkan kembali dengan baik di dalam bahasa sasaran; (3) pengetahuan hukum Jasa Penerjemah Bahasa Hukum kurang memadai. Selanjutnya dapat diduga bahwa tidak adanya sekolah atau tempat kursus di Indonesia yang mengajarkan Jasa Penerjemah Bahasa Hukum secara profesional. Juga, imbalan atau honorarium yang rendah, barangkali, merupakan faktor lain. Sedikitnya penelitian bahasa hukum Indonesia dapat kita lihat dari daftar pustaka yang diberikan oleh Profesor Anton M. Moeliono (Sitepu, (Peny), 2002: 141-154) dalam tulisannya yang berjudul “Bahasa dan Peristilahan dalam Konteks Hukum dan Perundang-undangan”. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa alangkah miskinnya literatur Indonesia di bidang ini dan alangkah tertinggalnya penelitian bahasa hukum di Indonesia. Pengajaran bahasa Inggris hukum yang diberikan di fakultas hukum di Indonesia belum begitu jelas tujuannya dan kiranya perlu dirombak. Begitu juga pendidikan penerjemah untuk menghasilkan penerjemah yang profesional belum terlaksana dengan baik. Kiranya perlu perhatian serius oleh pakar linguistik Indonesia bersama para pakar hukum untuk mengatasi masalah ini.

Leave a Reply

Hubungi Kami
Arah Jalan
%d bloggers like this: