Jasa Penerjemah Kata

Jasa Penerjemah Kata oleh Anindyatrans penyedia jasa penerjemah kata bahasa Inggris Mandarin Jepang Arab Korea Jerman Prancis Italia Russia Spanyol Belanda Vietnam Thailand. Dalam metode jasa penerjemah kata (word-for-word translation), biasanya kata-kata Tsa langsung diletakkan di bawah versi Tsu atau disebut dengan interlinear translation. Metode jasa penerjemah kata ini sangat terikat pada tataran kata, sehingga susunan kata sangat dipertahankan. Dalam melakukan tugasnya, penerjemah hanya mencari padanan kata Bsu dalam Bsa. Susunan kata dalam kalimat terjemahan sama persis dengan susunan kata dalam kalimat Bsu. Setiap kata diterjemahkan satu-satu berdasarkan makna umum atau di luar konteks, sedangkan kata-kata yang berkaitan dengan budaya diterjemahkan secara harfiah. Umumnya metode jasa penerjemah kata ini digunakan pada tahapan pra-penerjemahan pada saat jasa penerjemah kata menerjemahkan teks yang sukar atau untuk memahami mekanisme Bsu. Jadi metode ini digunakan pada tahap analisis atau tahap awal pengalihan. Biasanya metode ini digunakan untuk jasa penerjemah kata tujuan khusus, namun tidak lazim digunakan untuk jasa penerjemah kata yang umum. Kecuali jika struktur kalimat bahasa Inggris sama dengan struktur kalimat bahasa Indonesia (lihat contoh nomor 3 dan 4 di bawah ini) (Catford, 1978:25; Soemarno, 1983:25; Newmark, 1988:45-46; Machali, 2000:50-51; Nababan, 2003:30). Berikut adalah beberapa contoh hasil jasa penerjemah kata yang menggunakan contoh metode penerjemahan kata-demi-kata menurut beberapa pakar tersebut di atas: 1. Tsu : Look, little guy, you-all shouldn’t be doing that. Tsa : *Lihat, kecil anak, kamu semua harus tidak melakukan ini. Berdasarkan hasil jasa penerjemah kata tersebut, kalimat Tsu yang dihasilkan sangatlah rancu dan janggal karena susunan frase “kecil anak” tidak berterima dalam tatabahasa Indonesia dan makna frase “harus tidak” itu kurang tepat. Seharusnya kedua frase tersebut menjadi “anak kecil” dan “seharusnya tidak”. Demikian pula dengan kata “that” yang sebaiknya diterjemahkan menjadi “itu” bukan “ini”. Sehingga alternative terjemahan dari kalimat tersebut menjadi: ‘Lihat, anak kecil, kamu semua seharusnya tidak melakukan itu.’ 2. Tsu : I like that clever student. Tsa : *Saya menyukai itu pintar anak. Hasil terjemahannya tidak berterima dalam bahasa Indonesia karena susunan kata yang benar bukan ’itu pintar anak’ tetapi ’anak pintar itu’, sehingga kalimat yang benar seharusnya: ”Saya menyukai anak pintar itu.” 3. Tsu : I will go to New York tomorrow. Tsa : Saya akan pergi ke New York besok. 4. Tsu : Joanne gave me two tickects yesterday. Tsa : Joanne memberi saya dua tiket kemarin. Hasil terjemahan kalimat ke-3 dan ke-4 tidak separah hasil terjemahan kalimat ke-1 dan ke-2 karena struktur kalimat dari kedua teks tersebut hampir sama. Artinya bahwa hasil jasa penerjemah kata kedua kalimat tersebut masih dalam kategori berterima walaupun masih terasa janggal. Walaupun demikian ada beberapa alternatif hasil jasa penerjemah kata yang tampak lebih alamiah dan berterima misalnya: 3. ‘Besok pagi saya akan pergi ke New York.’ 4. ‘Kemarin Joanne memberiku dua buah tiket.’

 

Leave a Reply

Hubungi Kami
Arah Jalan
%d bloggers like this: